DYSLEXIA

DYSLEXIA

Disleksia (dyslexia) atau ketidakcakapan membaca, adalah jenis lain gangguan belajar. Perkataan disleksia berasal dari bahasa Yunani δυς- dys- (“kesulitan untuk”) dan λέξις lexis (“huruf” atau “leksikal”). Semula istilah disleksia ini digunakan di dalam dunia medis, tetapi pada saat ini digunakan pada dunia pendidikan dalam mengidentifikasi anak-anak berkecerdasan normal yang mengalami kesulitan berkompetisi dengan teman di sekolah. Simptom umum yang sering ditampilkan anak disleksia ialah :

• Kelemahan orientasi kanan-kiri.
• Kecenderungan membaca kata bergerak mundur; seperti “dia” dibaca “aid”.
• Kelemahan keterampilan jari.
• Kesulitan dalam berhitung, kesalahan hitung.
• Kelemahan memori.
• Kesulitan auditif.
• Kelemahan memori-visual, tidak mampu memvisualkan kembali objek, kata, atau huruf.
• Dalam membaca keras tidak mampu menkonversikan symbol visual kedalam symbol auditif yang sejalan dengan bunyi kata secara benar. Kata yang diucapkan tidak sesuai dengan apa yang dilihatnya.

Penyebab Dyslexia :

Tim peneliti Jerman dan Swedia menemukan gen DCDC2 di daerah koromosom 6. Diduga gen tersebut merupakan faktor penting penyebab disleksia, karena mempengaruhi migrasi sel saraf pada otak yang sedang berkembang.

Cara Mengatasi Dyslexia :

Pengobatan terbaik untuk mengenali kata adalah pengajaran langsung yang memasukkan pendekatan multisensori. Pengobatan jenis ini terdiri dari mengajar dengan bunyi-bunyian dengan isyarat yang bervariasi, biasanya secara terpisah dan bila memungkinkan, sebagai bagian dari program membaca.

Pengajaran tidak langsung untuk mengenali kata juga sangat membantu. Pengajaran ini biasanya terdiri dari latihan untuk meningkatkan pelafalan kata atau pengertian membaca. Anak-anak diajarkan bagaimana memproses suara-suara dengan menggabungkan suara-suara ke dalam bentuk kata-kata, dengan memisahkan kata-kata ke dalam bagian-bagian, dan dengan mengenali letak suara pada kata.

Pengajaran component-skill untuk mengenali kata juga sangat membantu. Hal ini terdiri dari latihan menggabung suara-suara ke dalam bentuk kata-kata, membagi kata ke dalam bagian kata , dan untuk mengenali letak suara pada kata.

Sumber :
Dra. Hj. T. Sutjihati Somantri, M.Si., psi. (2007). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT. Refika Aditama.

http://www.pjnhk.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=370

http://medicastore.com/penyakit/3058/Disleksia_gangguan_membaca.html

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s