PSIKOPAT

psikopat

Masih ingatkah anda tentang pemuda yang berasal dari Jombang?

Ia bernama Verry atau Ryan. ia membunuh belasan orang hanya untuk mendapatkan harta milik korbanya, bahkan salah satu korbannya ada yang dimutilasi dan jasat mereka dikubur di halaman belakang rumahnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh para psikiater, Ryan diduga memiliki kecenderungan psikopat. Hal ini terlihat dari ekspresi wajah Ryan yang tanpa rasa bersalah dan sesal ketika menceritakan proses pembunuhan yang cenderung sadis.

Sebenarnya apa psikopat itu ?????

Mengapa Ryan sampai tega membunuh para korbannya dengan cara yang sadis ?????

Psikopat adalah kelainan tingkahlaku, khususnya tingkahlaku anti sosial, yaitu tingkahlaku yang tidak memperdulikan norma-norma sosial dan merugikan orang lain.

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit.. seorang psikopat tidak mempunyai “hati nurani”, ia berbuat semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain. Dalam bentuk ekstrimnya seorang psikopat dapat menjadi pembunuh berdarah dingin atau penipu ulung. psikopat dan gila adalah dua hal yang berbeda, karna seorang psikopat sadar atas perbuatannya, sedangkan seorang yang gila tidak sadar atas perbuatannya.

Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

Mengapa seorang psikopat selalu melakukan tindakan kejahatan ?

Berdasarkan hasil Riset, hal itu di sebabkan karna terjadinya gangguan koneksi jaringan emosi ke otak. Gangguan koneksi ini melibatkan komunikasi emosi atau perasaan yang terhubung dengan bagian di dalam otak. Hal ini dapat menggerakkan perasaan setelah otak dan emosi berkomunikasi mengambil keputusan akan tindakan yang harus dilakukan oleh bagian-bagian tubuh tertentu.

Dilansir melalui Reuters, Selasa (11/8/2009), sebuah studi yang dilakukan ilmuwan Inggris menemukan bahwa di dalam otak seorang psikopat terdapat sebuah ‘lubang’ yang memutuskan alur komunikasi otak dengan emosi. Hal ini berbeda dengan kondisi otak yang dimiliki orang normal, yang masih terbentuk dengan sempurna. “Sayangnya sampai saat ini belum ditemukan kapan dan bagaimana ‘lubang’ dalam otak itu bisa terjadi” ujar peneliti dari Institute of Psychiatry dari King’s College London, Michael Craig.

Beberapa jenis psikopat antara lain :

1. Jenis yang simpatik tetapi tidak bertanggung jawab. Tingkahlakunya yang sopan dan menarik digunakannya untuk menipu atau menjerumuskan orang lain.

2. Jenis yang memusuhi dan pembrontak terhadap semua hal yang tidak disukainya. Orang seperti ini biasanya membandel, keras kepala, suka membantah dan melawan.

3. Jenis Hipokondris, yaitu yang selalu membuat seolah-olah sakit-sakitan, tidak berdaya, agar perhatian semua orang tertujuh padanya dan dengan demikian dia dapat merugikan orang lain, karma waktu orang lain hanya habis untuk merawat dia saja.

4. Jenis yang anti social, yang betul-betul tidak peduli akan kepentingan orang lain, bahkan jiwa orang lain tidak diperdulikannya. Seorang Psikopat dari jenis ini dapat mencuri, membunuh, melakukan kejahatan seks dan sebagainya, tanpa ia sendiri merasa bersalah atau berdosa.

Adapun ciri-ciri seorang psikopat :

1. Selalu berbohong

2. Pandai bersandiwara

3. Egois dan menganggap dirinya hebat

4. Emosional dan mudah tersinggung

5. Prosesif dan cemburu berlebihan

6. Selalu mencari perhatian orang lain

7. Bersikap anti sosial

8. Tidak punya rasa bersalah dan sesal, meski sudah melakukan kesalahan

9. Mempunyai sifat curang dan licik

10. Tidak bertanggung jawab atas kewajiban dan tindakan sendiri

11. Hidup sebagai parasit karna memanfaatkan orang lain

12. Tidak memiliki rasa empati

13. Tidak dapat mengendalikan perilaku sendiri

14. Persuasif dan mempesona di permukaan.

Penyebab psikopat :

Penyebab seseorang menjadi seorang psikopat masih belum jelas namun ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh. Lingkungan tersebut bisa berupa fisik, biologis dan sosial. Faktor lingkungan fisik dan sosial yang beresiko berkembangnya seorang psikopat menjadi kriminal adalah tekanan ekonomi yang buruk, perlakuan kasar dan keras sejak usia anak, penelantaran anak, perceraian orang tua, kesibukan orangtua, faktor pemberian nutrisi tertentu, dan kehidupan keluarga yang tidak mematuhi etika hukum, agama dan sosial. Lingkungan yang beresiko lainnya adalah hidup ditengah masyarakat yang dekat dengan perbuatan kriminal seperti pembunuhan, penyiksaan, kekerasan dan lain sebagainya.

Kirkman (2002) percaya bahwa psikopat terbentuk karena salah asuh pada masa kecil, ia berpendapat bahwa Psikopat bisa dicegah sedini mungkin dengan memberikan asuhan yang tepat sehingga meminimalkan resiko individu kekurangan afeksi pada masa kecilnya.

Cara mendeteksi, apakah seseorang psikopat atau tidak :

Saat ini telah ada alat untuk mendiferensiasi antara orang-orang dengan gejala psikopat dengan yang tidak, yaitu Psychopath Check List – Revised (PCL-R) yang dikembangkan oleh Prof.Robert Hare yang terdiri atas 20 kuesioner yang memiliki skor 0-2 di setiap pertanyaan. Indonesia saat ini menggunakan Tes Minessota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) untuk mendeteksi kepribadian psikopat ini yang didalamnya terdapat skala klinis, Skala isi, dan Skala penunjang. Alat ukur lain yang digunakan berdasarkan teori yang sudah eksis (metode deduksi) adalah Primitive Defense Guide (Helfgott, 2004), Rorschach (Cunliffe & Gacono, 2005), ToM (Theory of Mind) (Dolan & Fullam, 2004; Ritchell, et al. 2003), SCT (Sentence Completion Test) (Endres, 2004), dan NEO PIR (Miller & Lynam, 2003).

Daftar Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Psikopat Kategori: Psikologi | Penyakit jiwa Maslim,

Rusdi, dr.Sp.KJ. Deteksi Psikopat dengan Tes MMPI-Indonesia .Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.

Anuz, Husein, dr.Sp.KJ. Psikopat Dalam Keluarga.Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.

Crow,L.D., Crow, A.: Reading In Abnormal Psychology, Littkefield, Adam Paterson, New Jersey, 1960.

One thought on “PSIKOPAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s