SELF INJURY

SELF  INJURY

Masalah dalam hidup yang tidak bisa di atasi membuat seseorang stres dan depresi. Diri  ingin curhat tapi mulut tidak bisa mengeluarkan kata-kata sedikit pun, hanya hati yang tau apa yang sebenarnya dirasakan. Karna hal itulah, kadang seseorang melampiaskan rasa amarahnya dengan melalukan self injury.

Sebenarnya apa self injury itu …..?

Self injury adalah suatu perilaku yang dilakukan seseorang untuk mengatasi rasa sakit emosional dengan cara melukai diri sendiri. Pelaku melakukan tindakan ini dengan sengaja yaitu melukai dirinya sendiri dengan menggunakan benda-benda tajam, seperti silet atau pecahan kaca. tindakan ini tidak bertujuan untuk bunuh diri, hanya dilakukan sebagai bentuk dari pelampiasan emosi yang tidak bisa diunggapkan melalui kata-kata.

Dalam istilah lain self injury dikenal sebagai self harm. Biasanya bentuk dari self injury adalah membuat irisan dangkal pada lengan atau bagian tubuh lainnya seperti kaki, dada, perut, paha dan alat kelamin. Ketika pelaku melakukan self injury, ia tidak merasakan sakit. Menurutnya rasa sakit itu dapat membuat ia merasa puas dan lega karna seolah-olah masalahnya sudah selesai.

Ciri-ciri pelaku self injury :

  1. Selalu menghindari masalah
  2. Sulit mengendalikan emosi
  3. Kurang mampu mengurus diri sendiri
  4. Tidak berfikir logis (pemikirannya kaku)
  5. Tidak menyukai dirinya sendiri
  6. Tidak suka akan perubahan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pengalaman baru
  7. Hipersensitif terhadap penolakan
  8. Memiliki perasaan agresif yang tinggi
  9. Biasanya pelaku mengalami depresi dan stres berat
  10. Sering mengalami iritabilitas

Orang tua dari pelaku self injury biasanya tidak mengetahui bahwa anak mereka  melakukan self injury, bisanya pelaku hanya memberi tahu teman terdekatnya saja. Self injury membuat pelakunya merasa ketagihan untuk mengulanginya lagi. Jadi self injury itu sama seperti narkoba yang membuat pelakunya menjadi ketagihan.

Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan self injury :

  1. Adanya konflik dengan orang yang di cintai (keluarga atau pacar)
  2. Kehilangan orang yang di cintai
  3. Penganiyayaan atau pelecehan baik berupa fisik, seksual atau emosional
  4. Kemiskinan
  5. Penyalahgunaan obat
  6. Peperangan

Jenis-jenis self injury :

1. Major Self Mutilation

Pelaku melakukan tindakan secara signifikan yang menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada organ-organ vital di tubuh. Jenis ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang menderita psikosis. Contohya : mengeluarkan bola mata.

2. Stereo Typic Self Injury

Self injury jenis ini bentuknya lebih ringan dan dilakukan berulang kali. Pelaku memiliki kelainan saraf seperti autisme atau sindroma tourette. Contohnya : membenturkan kepala ke dinding.

3. Moderate atau Superficia Self Multilation

Self injury jenis ini memiliki tiga sub tipe, yaitu; kompulsif, episodic, dan repetitif. Tipe kompulsif, biasanya dilakukan bukan untuk mencapai pelepasan tapi lebih sebagai kompulsif. tipe episodic lebih kepada episode dimana self injury bermanifestasi pada waktu-waktu tertentu. Tipe repetitif, yaitu; self injury sudah dianggap sebagai bagian yang krusial alam kepribadian perilaku.

Siapa saja yang berpotensi melakukan self injury?

Self injury dapat dilakukan oleh siapa saja, tetapi lebih sering dilakukan oleh seorang individu yang baru memasuki masa remaja awal sampai dengan dewasa awal sebab pada masa itulah keadaan emosi mereka masih labil dan mereka belum berfikir secara logis (pemikiran mereka masih kaku).

Tetapi ada juga remaja yang menganggap bahwa self injury itu keren dan unik. Sehinga mereka menjadi tertarik untuk melakukan self injury agar di bilang keren dan gaul oleh orang lain, terutama teman mereka.

Bagaiman cara menolong  pelaku self injury agar mereka tidak melakukan self injury lagi?

Self injury bisa terjadi karena mereka tidak dapat melampiaskan rasa amarah mereka melalui kata-kata dan tidak adanya orang dimana mereka bisa berbagi kesedihan. Oleh sebab itu, jika kita ingin menolong pelaku self injury, maka kita berusahalah menjadi pendengar yang baik dan setia buat mereka. Karena dengan cara itu mereka dapat mencurahkan seluruh rasa amarah dan tidak merasa tertekan lagi. Dengan begitu mereka akan berhenti dengan sendirinya.

2 thoughts on “SELF INJURY

  1. iihhhh…. serem bgt c dev,,
    klo org smp nglakuin hal kyk gtu,,

    trus klo kyk pecandu narkoba yg ska nyilet2’n tangannya kyk gtu,,
    itu termasuk self injury ga??

    • nyoman : iya, itu merupakan salah satu contoh dari self injury sebab ketika ia tidak bisa memenuhi keinginannya untuk memakai narkoba, maka ia akan merasakan kesakitan pada tubuhnya (sakau) dan akhirnya ia melampiaskan rasa sakit tersebut dengan melakukan self injury.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s